CARI HOTEL/TIKET PESAWAT/KERETA API MURAH DAN PROMO!

Pegipegi

Sabtu, 24 Desember 2016

Wakil Walikota Banjarmasin Marah Besar, Balaikota Heboh..!!

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Wawali Banjarmasin Hermansyah bikin heboh Balaikota. Jumat (23/12) kemarin. Menjelang jam bubar kantor, sekitar pukul 11.00 siang, tiba-tiba ia mengeluarkan semua perabotan dari dalam ruang kerjanya. Kursi yang masih tampak baru, meja, lemari, sampai teh kotak, tampak berserak di muka ruang kerjanya.

Aksi itu memancing perhatian pegawai dan awak media yang kebetulan banyak berkumpul di sana. Kepada wartawan, Herman mengaku jengkel dengan sikap Inspektorat yang seperti merongrongnya saat memeriksa fasilitas negara yang dia pakai.

"Semua saya kembalikan. Kalau perlu mobil dinas juga saya kembalikan. Ajudan juga saya kembalikan," ujarnya dengan nada jengkel.

Usut punya usut, kejengkelan Herman berawal dari belum keluarnya tandatangan persetujuan Inspektorat, terkait pencairan uang sewa rumah Wawali. Pasalnya, Wawali Hermansyah sampai sekarang belum memiliki rumah dinas. Sementara dalam aturan dia berhak. Untuk itu diusulkan menggantinya dengan uang sewa perbulan.

Kabag Umum Pemko Banjarmasin, Nurdin Mubarak, kepada awak media membenarkan. Uniknya di tengah wawancara hape Nurdin berdering. "Nah Sekda menelepon," ujarnya seraya minta izin kepada media mengangkat panggilan Sekda Hamli Kursani.

Kepada Sekda via telepon Nurdin mengaku, awalnya Inspekorat hanya mau menandatangani tiga bulan saja uang sewa rumah Wawali. Sementara Wawali dilantik Februari 2016 tadi. Jika terhitung sejak dilantik mestinya 11 bulan uang sewanya.

Selepas itu Nurdin kepada wartawan menjelaskan. Bagian Umum Pemko Banjarmasin meminta kepada Inspektorat untuk menelaah soal pembayaran uang sewa rumah Wawali, pengganti rumah dinas yang belum ada. "Delapan juta sebulan," ungkap Nurdin.

Dan sampai sekarang, surat telaahan Inspektorat belum mereka terima. Nurdin mengatakan kenapa tiga bulan saja? Alasan inspektorat karena pembahasan uang sewa rumah itu disetujui pembayarannya dalam APBDP. Sementara APBDP diketuk pada Oktober tadi. Oktober sampai Desember terhitung tiga bulan.

Di tengah wawancara Hermansyah masuk ke ruangan Nurdin. Nurdin kembali menjelaskan, kondisinya kepada Hermansyah. Namun Wawali terlihat gondok. "Ini sudah tanggal berapa. Tinggal berapa hari lagi tutup buku kita," kesalnya.

"Ya lebih baik saya kembalikan saja semua fasilitas," tambah Herman. Setelah itu dia pulang memakai mobil pribadinya.

Sore selepas salat Jumat, Hermansyah terlihat datang ke Kantor Pemko Banjarmasin. Dia menyetir sendiri mobil dinasnya. Ada dua mobil pelat merah yang dia antar ke kantor, satu mobil jenis SUV DA 5 A dan sedan DA 832 AI. "Itu ada juga satu kendaraan bawa ke kantor," perintah Herman kepada anak buahya melalui telepon. Tak lama kemudian, tampak seorang masuk ke balaikota, membawa satu unit sepeda motor plat merah dan memarkirnya di samping dua mobil yang lebih dahulu sampai.

Sementara itu, melalui sambungan telepon James Fudhoil Yamin mengatakan pemeriksaan rutin memang dilakukan. Namun pemeriksaan hanya di lingkup SKPD. "Tidak diperiksa Wawali," akunya.

Mengenai pernyataan Herman kalau petugas Inspektorat terkesan merongrongnya, Fudhoil mengatakan kemungkinan hanya soal persepsi. "Inspektorat kan bukan pemeriksa eksternal. Tapi internal. Pasti kami hati-hatilah," katanya.

Namun Fudhoil tegas menampik kalau Inspektorat yang membuat lambat pencairan uang sewa rumah Wawali. "Ah tidak benar itu," ujarnya dengan nada sedikit tinggi. Fudhoil mengungkapkan, selepas salat Jumat, Nurdin mendatanginya membahas masalah itu. Dan semua sudah beres.

Fudhoil mengaku kelambatan bukan kesalahan instansinya. Hanya saja surat permintaan telaah dari Bagian Umum Pemko Banjarmasin baru masuk Kamis (22/12) tadi. "Bagaimana. Suratnya saja baru masuk Kamis tadi," akunya. (zal)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Heboh Juga

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search