CARI HOTEL/TIKET PESAWAT/KERETA API MURAH DAN PROMO!

Pegipegi

Senin, 27 November 2017

Gaji Dirut BPJS Kesehatan Dipertanyakan Setelah Bikin Heboh, Ketua KPK Bilang Gaji Presiden ...

TRIBUN-MEDAN.com-Pernyataan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris tentang wacana cost sharing pembiayaan perawatan penyakit katastropik yang selama ini cukup menguras kantong BPJS Kesehatan sempat menimbulkan kepanikan.

Setidaknya ada delapan penyakit katastropik yang akan dipilih untuk dibiayai dengan skema cost sharing. Yakni, jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hepatitis, thalasemia, leukimia dan hemofilia.

"Cost sharing ini harus kami sampaikan supaya masyarakat tidak kaget," katanya Kamis (23/11/2017).

Belakangan, humas BPJS Kesehatan mengklarifikasi pernyataan Fahmi Idris dan menegaskan bahwa telah terjadi kesalahpahaman.

"Jadi masyarakat tak perlu khawatir. Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan, maka kami akan jamin biayanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku," Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat, Senin (27/11/2017).

Meskipun demikian, komentar Fahmi Idris sempat menimbulkan kegaduhan.

Berita tentang wacana cost sharing ditanggapi negatif oleh publik, termasuk netizen yang berkomentar di fanpage Tribun Medan di Facebook. 

Banyak yang mengaitkan kondisi BPJS Kesehatan yang sering defisit dengan gaji yang diterima para pejabat di lembaga itu.

"Gaji direktur bpjs perlu diperiksa. Perlu dinaikkan atau terlalu besar barangkali," tulis Natalina Tampubolon.

"Perlu ditinjau ulang seluruh manajemen BPJS,apakah peraturan penggajian termasuk normal atau tidak,jangan2 manajemennya kurang benar,misalnya gaji terlalu tinggi atau sebab2 yg lain!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Heboh Juga

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search