Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril menyebutkan sampai saat ini di Riau tidak terdeteksi peredaran vaksin palsu. Untuk itu ia mengimbau masyarakat agar tidak khawatir (berlebihan).
Menurutnya, sosialisasi sudah disampaikan ke dinas kesehatan kabupaten/kota agar melakukan pembinaan pada setiap apotek dan praktek dokter serta rumah sakit swasta.
"Itu berdasarkan edaran dari Menkes. Jadi kita sudah surati Dinas Kesehatan kabupaten/kota," terang Andra kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (17/7/2016).
Dikatakannya soal temuan dari BPOM Pekanbaru baru sebatas diduga. Dua vaksin yang diduga palsu tersebut yakni serum anti bisa ular dan anti tetanus.
"Masih diduga. Jadi belum ada kepastian kedua (vaksin) tersebut palsu," terang Andra.
Dari temauan kedua vaksin tersebut pihaknya juga sudah memanggil pihak penjual kemudian dilakukan pembinaan.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
Recommended article from FiveFilters.org: Most Labour MPs in the UK Are Revolting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar